Friday, 15 January 2010 [01.47]
As I lid the eye of the broken heart, here to smoke, there to inhale.....
two damage of hearts are not easy to be healed...
chambers of death may cause you to see.. that those bright lights are not heaven to free...but the operation lamp might cause you only to see.. stare up high nothing but a gas to breathe and count down form nine to three...
consider what might happen to as the anesthetic drug flows to your brain numb, wake the nerves not to feel but to see and hear clicking to the scissors and razor to clean what's in need!....cuts and bleed what's not need to be seen...remove the unwell and might to farewell and fell...
Undo your skin to see what's inside flee...it's green and fresh in life but to kill is tanned brown to drown..
flew you to the wave that plays you in a pale...
cuddle you with the smell, that stuck your throat and suffers fail, to cough and dough what's the bury needs to bail...not to mention the needle stab in a carefully way but pricks your vein in pain to seek what's the blood has shed to describe your "fair"....did you stop; does it flow to flew you to fly away?..
get out for awhile to look up the waiting room and be despair, for many or none of them sit to pray and brave for your self wake..h e a r t b e a t...till it stopped and scar to fear...
what am i doing here to stay? while the clicking and razoring operating rates dressed in white and head dressed in gray...
To get in through the fingers and the metal stray, while the tubes closed your mouth, not to breathe; not to speak; helplessly clinging to the small chit chat : "how does the artery works through the venom he take?"... breath no more :)
apadirikuapasajalah
apa saja yang ada dikepala dan menggundang tanya... "whatever will be will be, que serra serra"...human can only pray and makes effort in his life... to think and do what's the best and the better for him...
Rabu, 06 Juli 2011
for the smokers outside the hospital.....inspired by "editors"....
“waiting for my crispy fried chicken and prawn dressed in mayonaise"
Friday, October 8, 2010
Feeling shitty in this restaurant…
the crowd is massive with such undying slots of talk…
People talking, eating, and figure out what to think of what it is….I’m so starving to death as if the stomachache bleeds into me…squeaking by it’s grieve… wanting more…I ate some snack before..but somehow.. it’s not a bundle of a cheerful night…but it’s a matter of degrading errors of my life…
Was it real or it’s just another bad dreams I had last night….yet it’s not an epitaph to read..
but I feel the shiver comes to me as if it’s real..it is what so called as reality…bites but no where to run..
calm but yet surprising and ready to make me cry…try no more to bleed yes, I’m here to live as a woman who’s deliberately sitting all alone to have my order.. and here it comes :)
[22.07]
Selasa, 28 Juni 2011
memilih beras dari gabahnya....
duduk tertunduk mengamati satu demi satu beras merah yang kuletakkan diatas sebuah piring plastik datar membuatku lelah mata...
lalu kunyalakan TV yang menghibur dan menngugah selera...
kesaksian dan pertanyaan seorang mantan hakim yang renta, tersusun rapi dan sopan bicaranya...
walaupun terkadang lupa tetapi bertanggung jawab pada dirinya dengan membawa seorang anak didiknya...yang setia mencatat segala apa yang sedang diungkapkannya...
tak jarang mukaku tertunduk lagi dan serius melihat mana gabah dan berasnya...
dan mendengar intonasi ketegasan dan bukti demi bukti yang dia ungkapkan pada media...detail dan tersusun sistematis dan taktis...
terusterangsaja saya merinding dibuatnya...tak tahu benar dan salahnya...semua itu..tetapi...
apakah nilai kejujuran seperti memilih beras dari sisa-sisa gabahnya??
lalu kunyalakan TV yang menghibur dan menngugah selera...
kesaksian dan pertanyaan seorang mantan hakim yang renta, tersusun rapi dan sopan bicaranya...
walaupun terkadang lupa tetapi bertanggung jawab pada dirinya dengan membawa seorang anak didiknya...yang setia mencatat segala apa yang sedang diungkapkannya...
tak jarang mukaku tertunduk lagi dan serius melihat mana gabah dan berasnya...
dan mendengar intonasi ketegasan dan bukti demi bukti yang dia ungkapkan pada media...detail dan tersusun sistematis dan taktis...
terusterangsaja saya merinding dibuatnya...tak tahu benar dan salahnya...semua itu..tetapi...
apakah nilai kejujuran seperti memilih beras dari sisa-sisa gabahnya??
Sabtu, 25 Juni 2011
"Dear Brothers and Sisters"
Thursday, 23 June 2011 [04:35]
Ahh penatnya dunia…
Berbagi bisik mengusik telisik yang mungkin bisa menjadi pelik…
Kakakku laki-laki dan perempuan yang “dituakan”...
Mari berbagi cerita nyata didunia fana yang pantas ditertawakan, baik jahatnya dalam segala tampilannya...
Semua kuanggap saudara, walaupun hampir semua tak mempunyai hubungan sedarah yang berwarna merah adanya...
Diriku membebaskan segala apa yang ada, mengiyakan dan membenarkan apa yang kalian cerita bukan untuk mengkamuflase wajahku yang sedikit berbeda. . .
Caci dan pujilah diriku yang nyata hindari pendam dan kaburi pandangan yang ada, katakan buruk dan baiknya hindari daerah abu-abu untuk mendapatkan pelajaran dan hikmahnya… aku hanyalah penikmatnya maka santai saja…
Karena aku suka bergelut dengan apa adanya dunia, indahnya tiada tara…
Bagaimana hitam dan putih adalah penyeimbang nalar untuk memilih dan dipilih…
Bijaksana dalam memilih kata untuk kemudian dipilih oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, mengabulkan segala Kehendak-Nya…
Kata adalah do’a, maka sebaik-baiknya kata yang kita pilih, jauhkanlah dari sekenario jahat dan euphoria fitnah semata…
Jadikanlah kata sebagai pengindah makna positif dari dunia yang semakin menggila…
Diriku senang bertanya dan menganalisa apa saja, bukan mencari tahu hal yang tidak penting dan meresahkannya,
Sering kali memang ku terheran dan terpana tapi cukup sebentar saja…tidak melebihkan apa yang nyata…
Caramu caraku selalu berbeda, beda ini dan itu takkan pernah sama, cerna saja apa yang seimbang menurut pikiran dan hati kita…
Bahwa sebuah pikiran berbuah pemikiran yang didasari segala pengetahuan yang ada dimana saja,
Serta hati yang dijernihkan oleh iman dan segala perbuatan kita…
Aku bukanlah manusia yang sempurna, tak ingin melukai dan dilukai oleh sesamanya…
Maka belajarlah dari kesalahan untuk nanti mencegah kesalahan yang akan berujung sama,
Menunggu jawaban dari pesan sederhana, aku terdiam bukan untuk duduk dan melamunkan segala wacana, mohon ampunkan atas segala kesalahanku yang terasa……”ya sudahlah”:)
[05:09]
Kamis, 16 Juni 2011
apadirikuapasajalah.....
beginilah adanya seorang wanita yang berwacana....
masih ingin tahu dan berpetualang dengan apa adanya sarana...
sabar memang tiada batasnya...
mencoba memberikan kualitas pada segala apa yang baik dilakukannya,
bukan kwantitasnya...
seperti ketika menunggu sesuatu...
apakah hanya duduk terdiam berpangku tangan tanpa bersuara,
ataukah mencoba melakukan sesuatu yang baik dan berguna sembari menunggu...
seperti ketika menghadapi segala perbedaan yang ada...
mencoba terseyum dan menghargai keindahan hitam dan putihnya dunia dengan segala warnanya...mencintai segala kekosongan dan saling melengkapinya...
atau apasajalah...:)
masih ingin tahu dan berpetualang dengan apa adanya sarana...
sabar memang tiada batasnya...
mencoba memberikan kualitas pada segala apa yang baik dilakukannya,
bukan kwantitasnya...
seperti ketika menunggu sesuatu...
apakah hanya duduk terdiam berpangku tangan tanpa bersuara,
ataukah mencoba melakukan sesuatu yang baik dan berguna sembari menunggu...
seperti ketika menghadapi segala perbedaan yang ada...
mencoba terseyum dan menghargai keindahan hitam dan putihnya dunia dengan segala warnanya...mencintai segala kekosongan dan saling melengkapinya...
atau apasajalah...:)
Langganan:
Komentar (Atom)
