duduk tertunduk mengamati satu demi satu beras merah yang kuletakkan diatas sebuah piring plastik datar membuatku lelah mata...
lalu kunyalakan TV yang menghibur dan menngugah selera...
kesaksian dan pertanyaan seorang mantan hakim yang renta, tersusun rapi dan sopan bicaranya...
walaupun terkadang lupa tetapi bertanggung jawab pada dirinya dengan membawa seorang anak didiknya...yang setia mencatat segala apa yang sedang diungkapkannya...
tak jarang mukaku tertunduk lagi dan serius melihat mana gabah dan berasnya...
dan mendengar intonasi ketegasan dan bukti demi bukti yang dia ungkapkan pada media...detail dan tersusun sistematis dan taktis...
terusterangsaja saya merinding dibuatnya...tak tahu benar dan salahnya...semua itu..tetapi...
apakah nilai kejujuran seperti memilih beras dari sisa-sisa gabahnya??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar